Gowa, 9 September 2026 – Aksi penyerangan menggunakan senjata tajam terjadi di Jalan Nuhung Dg Bani, Kelurahan Kalebajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Seorang pelajar SMA berusia 16 tahun dan seorang sales roti berusia 28 tahun menjadi korban setelah diserang sekelompok pengendara sepeda motor yang melintas sambil membawa senjata tajam. Para pelaku disebut bergerak secara berkelompok dan mengayunkan senjata ke arah pengguna jalan yang berpapasan dengan mereka. Kedua korban mengalami luka terbuka dan harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Bajeng. Kepolisian kini melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi serta menangkap para pelaku yang melarikan diri setelah kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 17.00 WITA ketika aktivitas masyarakat di sekitar lokasi masih cukup ramai. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga terdapat empat orang yang terlibat dan mereka menggunakan dua sepeda motor. Kelompok tersebut melintas di jalan sambil membawa senjata tajam dan diduga menyerang pengguna jalan secara acak. Belum diketahui apakah kedua korban sebelumnya memiliki hubungan atau persoalan dengan para pelaku. Motif penyerangan masih menjadi salah satu fokus penyelidikan kepolisian karena tidak ditemukan indikasi awal mengenai perselisihan antara korban dan kelompok tersebut.
Salah satu korban berinisial MS yang berusia 16 tahun diketahui merupakan seorang pelajar SMA. Ketika kejadian berlangsung, MS sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah dan melintas di lokasi sekitar pukul 17.00 WITA. Saat berpapasan dengan kelompok pengendara tersebut, salah seorang pelaku mengayunkan senjata tajam hingga mengenai bagian bahu korban. Serangan berlangsung cepat sehingga korban tidak mempunyai banyak kesempatan untuk menghindar. MS mengalami luka robek pada bahu sepanjang sekitar sembilan sentimeter dan kemudian segera mendapatkan pertolongan.
Luka yang dialami MS cukup serius sehingga petugas medis harus memberikan 18 jahitan pada bagian bahunya. Korban mendapatkan perawatan di Puskesmas Bajeng setelah dibawa tidak lama setelah kejadian. Meski mengalami luka akibat senjata tajam, korban dapat memperoleh pertolongan medis dan terus dipantau kondisinya. Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran karena terjadi ketika korban hanya sedang melakukan perjalanan pulang dari sekolah. Serangan yang diduga dilakukan tanpa didahului perselisihan juga membuat masyarakat mempertanyakan motif kelompok tersebut membawa dan mengayunkan senjata tajam di jalan umum.
Aksi kelompok itu tidak berhenti pada MS. Seorang pria bernama Akmal yang berusia 28 tahun dan bekerja sebagai sales roti juga menjadi korban ketika melintas di kawasan yang sama. Senjata tajam yang diayunkan pelaku mengenai bagian punggung Akmal hingga menyebabkan luka terbuka. Berdasarkan informasi yang dihimpun dalam pemeriksaan awal, luka pada punggung korban memiliki panjang sekitar delapan sentimeter. Akmal juga dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis dan luka yang dialaminya membutuhkan sekitar 17 jahitan.
Keterangan saksi di sekitar lokasi menjadi salah satu bahan penting dalam penyelidikan. Sejumlah informasi menyebut kelompok pengendara terlihat menggeber sepeda motor sembari membawa senjata tajam sebelum menyerang pengguna jalan yang berpapasan. Ada pula keterangan keluarga korban yang menyebut para pelaku terlihat mengenakan seragam sekolah ketika melakukan konvoi. Polisi masih perlu memastikan seluruh keterangan tersebut dan mencocokkannya dengan bukti lain sebelum menentukan identitas pelaku. Penyelidikan juga dilakukan untuk mengetahui apakah mereka benar berstatus pelajar atau hanya menggunakan pakaian yang menyerupai seragam sekolah.
Laporan mengenai pembacokan tersebut kemudian diterima jajaran Polsek Bajeng dan Satreskrim Polres Gowa. Petugas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan, meminta keterangan saksi, dan mencari bukti yang dapat membantu mengidentifikasi kelompok tersebut. Kamera pengawas di sekitar lokasi menjadi salah satu petunjuk yang sedang diperiksa penyidik. Rekaman tersebut diharapkan dapat memperlihatkan ciri-ciri pelaku, jenis kendaraan yang digunakan, nomor polisi sepeda motor, maupun arah mereka melarikan diri. Polisi juga terus mencocokkan informasi dari rekaman dengan keterangan korban dan saksi.
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Muhalis Hairuddin memastikan penyelidikan masih berlangsung untuk menemukan keempat orang yang diduga terlibat. Identitas mereka belum diumumkan karena aparat masih mengumpulkan bukti dan melakukan penelusuran. Selain mengidentifikasi pelaku, polisi perlu mengetahui alasan kelompok tersebut membawa senjata tajam ketika berkonvoi menggunakan sepeda motor. Motif menjadi bagian penting dalam penyidikan untuk menentukan apakah penyerangan telah direncanakan, berkaitan dengan konflik antarkelompok, atau dilakukan secara spontan. Fakta bahwa dua korban berbeda terkena serangan dalam rangkaian kejadian yang sama menjadi salah satu aspek yang sedang didalami.
Peristiwa tersebut turut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kecamatan Bajeng. Warga meminta aparat meningkatkan patroli terutama pada jam pulang sekolah dan malam hari ketika potensi gangguan keamanan dinilai lebih tinggi. Kehadiran kelompok yang membawa senjata tajam di jalan umum dinilai sangat membahayakan karena pengguna jalan yang tidak mengetahui persoalan apa pun dapat menjadi korban. Terlebih, kedua korban dalam kejadian tersebut disebut hanya sedang melintas ketika mendapatkan serangan. Patroli di sejumlah titik rawan diharapkan dapat mencegah kelompok serupa melakukan tindakan yang membahayakan masyarakat.
Kepolisian juga membutuhkan informasi dari masyarakat untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut. Warga yang melihat kejadian atau mempunyai rekaman kamera pengawas di sekitar Jalan Nuhung Dg Bani dapat memberikan informasi kepada aparat untuk membantu proses identifikasi. Jejak perjalanan dua sepeda motor yang digunakan kelompok tersebut berpotensi terekam kamera di jalan maupun bangunan sepanjang rute mereka. Semakin banyak rekaman yang diperoleh, semakin mudah penyidik memetakan arah kedatangan dan pelarian kelompok itu. Polisi pada saat bersamaan perlu memastikan setiap informasi yang diterima diverifikasi agar tidak menimbulkan tuduhan kepada pihak yang tidak terlibat.
Kasus ini menjadi perhatian karena penggunaan senjata tajam dalam aksi konvoi dapat berujung pada akibat yang jauh lebih fatal. Luka sepanjang sembilan sentimeter yang dialami MS dan luka sekitar delapan sentimeter pada punggung Akmal memperlihatkan besarnya risiko dari serangan tersebut. Posisi luka juga menunjukkan bahwa sabetan senjata dapat mengenai bagian tubuh yang lebih berbahaya apabila arah serangan sedikit berbeda. Karena itu, pengungkapan kasus menjadi penting bukan hanya untuk memberikan kepastian hukum kepada kedua korban, tetapi juga mencegah pelaku melakukan tindakan serupa terhadap masyarakat lainnya.
Hingga Rabu, 9 September 2026, kepolisian masih memburu kelompok yang diduga terlibat dalam pembacokan tersebut. Penyidik telah mendatangi lokasi, memeriksa sejumlah saksi, dan menelusuri rekaman kamera pengawas untuk mendapatkan petunjuk mengenai identitas empat pelaku. Sementara itu, kedua korban telah mendapatkan perawatan medis akibat luka senjata tajam yang mereka alami. Belum diketahui secara pasti apa yang melatarbelakangi kelompok tersebut menyerang pelajar SMA dan sales roti yang sedang melintas. Polisi diharapkan segera mengungkap identitas para pelaku sekaligus memastikan motif di balik aksi yang telah menimbulkan keresahan masyarakat Gowa tersebut.