Jakarta, 2 Mei 2026 – Fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai Flower Moon kembali menghiasi langit di berbagai belahan dunia dan menarik perhatian masyarakat.
Flower Moon merupakan sebutan untuk bulan purnama yang terjadi pada bulan Mei, yang secara tradisional dikaitkan dengan musim bunga yang sedang mekar di beberapa wilayah belahan bumi utara.
Di sejumlah negara, fenomena ini terlihat jelas dengan cahaya bulan yang terang dan warna yang tampak lebih hangat dibandingkan biasanya. Banyak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk mengabadikan keindahan langit malam.
Pengamat astronomi menjelaskan bahwa secara ilmiah, Flower Moon tidak berbeda dengan bulan purnama lainnya. Namun, penamaan ini berasal dari tradisi yang berkembang sejak lama.
“Nama Flower Moon lebih bersifat kultural, bukan fenomena astronomi yang berbeda,” ujar seorang ahli.
Meski demikian, keindahan bulan purnama tetap menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pecinta fotografi dan pengamat langit.
Di Indonesia, fenomena ini juga dapat disaksikan dengan cukup jelas, terutama di daerah dengan langit yang cerah dan minim polusi cahaya.
Pengamat menyarankan masyarakat untuk menikmati fenomena ini di lokasi terbuka agar mendapatkan pemandangan yang lebih optimal.
Fenomena ini menjadi pengingat akan keindahan alam yang dapat dinikmati oleh semua orang tanpa batas.
Dengan langit yang cerah, Flower Moon menjadi salah satu momen yang dinantikan untuk menikmati pesona alam semesta di malam hari.