Jakarta, 2 Mei 2026 – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap bahwa sebanyak 112 anak terindikasi terpapar paham radikalisme melalui aktivitas di gim daring Roblox.
Temuan ini menjadi perhatian serius karena melibatkan anak-anak yang memanfaatkan platform digital untuk bermain dan berinteraksi. BNPT menyebut bahwa ruang virtual dalam gim dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyebarkan ideologi ekstrem.
“Pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia digital perlu ditingkatkan,” ujar perwakilan BNPT.
Menurut BNPT, anak-anak yang terpapar biasanya tidak menyadari bahwa konten yang mereka temui mengandung pesan tertentu. Hal ini membuat mereka rentan terhadap pengaruh yang dapat membentuk pola pikir yang menyimpang.
Pihak terkait juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Edukasi digital dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah paparan konten berbahaya.
Selain itu, kerja sama antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak.
Pengamat keamanan siber menilai bahwa fenomena ini menunjukkan tantangan baru dalam upaya pencegahan radikalisme. Dunia digital yang luas dan terbuka menjadi medium yang sulit dikendalikan jika tidak diawasi dengan baik.
BNPT berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan serta meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap konten digital yang dikonsumsi anak-anak, serta perlunya peran aktif semua pihak dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.