Jakarta, 8 Oktober 2026 –
Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina yang berlaku pada Kamis, 8 Oktober 2026 tidak mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. PT Pertamina Patra Niaga masih mempertahankan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi pada level yang sama dengan September 2026. Kebijakan tersebut berlaku sejak awal Oktober dan belum mengalami perubahan hingga hari ini. Dengan demikian, masyarakat masih dapat membeli Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, maupun Pertamina Dex dengan harga yang sama seperti sebelumnya. Besaran harga tetap dapat berbeda antarwilayah karena sejumlah faktor dalam penetapannya.
Untuk wilayah DKI Jakarta, Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter. Sementara Biosolar subsidi tetap berada pada harga Rp6.800 per liter. Pemerintah memastikan harga kedua jenis BBM subsidi tersebut tidak mengalami perubahan hingga akhir 2026. Kebijakan mempertahankan harga tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan daya beli dan kondisi masyarakat. Dengan demikian, pengguna Pertalite dan Biosolar belum menghadapi penyesuaian harga pada Oktober.
Harga Pertamax RON 92 juga masih dipertahankan sebesar Rp15.950 per liter untuk wilayah DKI Jakarta. Sementara Pertamax Green 95 berada pada level Rp19.150 per liter. Produk bensin dengan oktan lebih tinggi, Pertamax Turbo, dipasarkan seharga Rp19.600 per liter. Ketiga produk tersebut merupakan BBM nonsubsidi sehingga penetapan harganya mempertimbangkan sejumlah komponen dan perkembangan pasar. Namun, untuk Oktober 2026, Pertamina memilih mempertahankan harga pada level September.
Untuk kelompok bahan bakar diesel nonsubsidi, Dexlite masih dijual sebesar Rp23.700 per liter di Jakarta. Pertamina Dex juga belum berubah dan berada pada harga Rp25.200 per liter. Dengan demikian, tidak terdapat kenaikan baru terhadap dua produk tersebut pada 8 Oktober 2026. Harga tersebut menjadi kelanjutan dari ketetapan yang telah berlaku sejak periode sebelumnya. Konsumen tetap perlu memperhatikan bahwa harga BBM nonsubsidi dapat berbeda di sejumlah provinsi.
Pertamina sebelumnya memutuskan menahan harga seluruh BBM nonsubsidi ritel pada Oktober 2026 meskipun perkembangan harga energi global masih berfluktuasi. Penetapan harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan berbagai komponen, termasuk harga minyak, nilai tukar, serta ketentuan yang berlaku. Kondisi masyarakat juga menjadi salah satu pertimbangan dalam mempertahankan harga. Keputusan tersebut membuat kekhawatiran mengenai kenaikan harga BBM nonsubsidi pada awal Oktober belum terealisasi. Harga di SPBU Pertamina masih mengikuti level September.
Sebelumnya sempat muncul proyeksi bahwa harga BBM nonsubsidi berpotensi meningkat sekitar 5 hingga 11 persen pada Oktober 2026. Perkiraan tersebut muncul seiring perkembangan harga minyak dunia dan berbagai tekanan eksternal. Namun, proyeksi kenaikan tersebut tidak langsung diwujudkan dalam harga jual Pertamina pada awal bulan. Pertamina memilih mempertahankan harga produk nonsubsidi untuk sementara waktu. Artinya, proyeksi perubahan harga tidak selalu otomatis menjadi keputusan penyesuaian harga di tingkat konsumen.
Meski harga pada Oktober masih stabil, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan harga BBM nonsubsidi pada periode berikutnya. Berbeda dengan BBM subsidi yang telah dipastikan tetap hingga akhir tahun, harga produk nonsubsidi memiliki mekanisme penetapan yang mempertimbangkan perkembangan sejumlah indikator. Perubahan harga minyak dunia maupun nilai tukar dapat memengaruhi perhitungan keekonomian BBM. Pertamina dapat melakukan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, harga pada bulan berikutnya belum tentu sama dengan posisi Oktober.
Dengan demikian, tidak ada BBM Pertamina yang mengalami kenaikan harga baru pada Kamis, 8 Oktober 2026. Untuk wilayah Jakarta, Pertalite tetap Rp10.000, Biosolar Rp6.800, Pertamax Rp15.950, Pertamax Green 95 Rp19.150, Pertamax Turbo Rp19.600, Dexlite Rp23.700, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Harga di daerah lain dapat berbeda sehingga konsumen perlu menyesuaikan dengan ketetapan di wilayah masing-masing. Pertamina untuk saat ini masih menahan harga BBM nonsubsidi meskipun dinamika pasar energi global terus bergerak. Stabilnya harga tersebut membuat konsumen belum menghadapi tambahan biaya BBM pada awal hingga 8 Oktober 2026.