Jakarta, 11 Mei 2026 – Menteri Luar Negeri mengungkap bahwa kehadiran Prabowo Subianto menggunakan kendaraan taktis Maung saat menghadiri KTT ASEAN mendapat respons positif dari berbagai pihak internasional. Kendaraan buatan dalam negeri tersebut disebut menarik perhatian delegasi negara lain dan menjadi simbol kemajuan industri pertahanan Indonesia.
Maung yang digunakan Presiden Prabowo merupakan kendaraan produksi PT Pindad yang selama ini dikenal sebagai salah satu produk unggulan industri pertahanan nasional. Kehadirannya dalam agenda internasional dinilai menjadi bentuk promosi kemampuan teknologi dan manufaktur Indonesia di mata dunia.
Menurut Menlu, sejumlah delegasi dan pejabat dari negara lain menunjukkan ketertarikan terhadap kendaraan tersebut. Mereka disebut memberikan apresiasi terhadap kemampuan Indonesia dalam mengembangkan kendaraan taktis modern produksi sendiri.
Penggunaan Maung dalam agenda kenegaraan internasional juga dinilai memiliki nilai simbolis kuat. Selain menunjukkan kemandirian industri pertahanan nasional, langkah tersebut dianggap mencerminkan kepercayaan diri Indonesia dalam menampilkan produk buatan dalam negeri di forum global.
KTT ASEAN sendiri menjadi ajang penting bagi para pemimpin negara Asia Tenggara untuk membahas berbagai isu strategis kawasan, mulai dari ekonomi, keamanan, hingga kerja sama regional. Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut turut menjadi perhatian media internasional.
Pengamat hubungan internasional menilai penggunaan kendaraan nasional dalam acara internasional dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang terus berkembang dalam sektor teknologi dan industri strategis. Diplomasi simbolik seperti ini disebut memiliki dampak positif terhadap branding nasional.
Di sisi lain, masyarakat Indonesia juga ramai membicarakan penampilan Maung di media sosial. Banyak netizen mengaku bangga melihat kendaraan produksi dalam negeri tampil dalam agenda internasional yang melibatkan para pemimpin dunia.
Pemerintah berharap perhatian internasional terhadap Maung dapat membuka peluang kerja sama lebih luas di sektor industri pertahanan dan teknologi. Selain memperkuat citra nasional, langkah tersebut dinilai dapat membantu mendorong perkembangan produk strategis buatan Indonesia ke pasar global.