Jakarta, 21 September 2026 – Selebgram Julia Prastini alias Jule menjadi sorotan setelah diamankan dan diperiksa polisi terkait kasus penyalahgunaan vape yang mengandung etomidate. Jule diamankan Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta di sebuah apartemen kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada 14 September 2026. Penindakan dilakukan setelah polisi mengembangkan kasus peredaran cartridge vape mengandung etomidate yang sebelumnya terungkap di Jakarta Barat. Dalam foto pemeriksaan yang beredar, Jule terlihat mengenakan kaus berwarna cokelat dengan rambut terurai. Seorang pria juga tampak berada di dekatnya saat proses pemeriksaan berlangsung. Polisi kemudian memastikan Jule berstatus sebagai pengguna dan tidak ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus tersebut bermula ketika polisi mengamankan dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Dari lokasi itu, petugas menemukan 27 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Pemeriksaan terhadap keduanya kemudian membuka informasi mengenai jaringan pemasok barang tersebut. RR dan RN disebut memperoleh cartridge dari seorang pria warga negara China berinisial XC. Pada saat melakukan pengembangan, polisi juga menemukan informasi mengenai sebuah paket yang ditujukan kepada Jule. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap paket tersebut.
Polisi selanjutnya membagi personel menjadi dua tim untuk melakukan pengembangan secara bersamaan. Satu tim bergerak menelusuri keberadaan XC yang diduga menjadi pemasok, sementara tim lainnya mengikuti pengiriman paket yang ditujukan kepada Jule. Petugas menggunakan metode controlled delivery hingga paket tersebut tiba di sebuah apartemen di kawasan Cilandak sekitar pukul 17.15 WIB. Polisi menyatakan paket diterima oleh perempuan berinisial JP yang kemudian diketahui sebagai Julia Prastini. Petugas meminta paket tersebut dibuka dan menemukan satu cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Penemuan itu dilanjutkan dengan penggeledahan terhadap tempat tinggal Jule.
Dari pemeriksaan di apartemen tersebut, polisi menemukan total empat cartridge yang berkaitan dengan penggunaan etomidate. Tiga cartridge ditemukan dalam kondisi kosong atau telah digunakan, sedangkan satu cartridge lainnya masih berisi cairan. Jule kemudian dibawa ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga melakukan tes urine terhadap selebgram tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan Jule positif mengonsumsi etomidate. Temuan barang bukti dan hasil pemeriksaan itu kemudian digunakan penyidik untuk menentukan posisi Jule dalam rangkaian perkara.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menyatakan tidak menemukan indikasi bahwa Jule terlibat dalam penjualan maupun distribusi cartridge tersebut. Penelusuran terhadap telepon genggamnya juga tidak menunjukkan adanya aktivitas pemesanan untuk dijual kembali atau transaksi sebagai pengedar. Polisi menyebut cartridge yang ditemukan berkaitan dengan penggunaan pribadi. Atas dasar hasil penyidikan tersebut, Jule dikategorikan sebagai pengguna. Penanganan terhadap dirinya kemudian diarahkan melalui mekanisme restorative justice dan asesmen rehabilitasi. Dengan demikian, Jule tidak termasuk dalam tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Dalam pemeriksaan, Jule disebut mengaku baru menggunakan vape etomidate sekitar dua hingga tiga minggu sebelum diamankan. Kepada penyidik, ia menyampaikan alasan pribadi dan menyebut tekanan atau stres sebagai salah satu faktor yang mendorong penggunaan tersebut. Polisi tetap mendalami keterangan itu untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai bagaimana Jule mendapatkan barang tersebut. Fokus penyidikan juga diarahkan pada jalur distribusi cartridge hingga sampai ke tangan pengguna. Setelah proses pemeriksaan, Jule diserahkan untuk menjalani asesmen sebagai bagian dari rencana rehabilitasi. Penanganan rehabilitasi selanjutnya melibatkan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jakarta.
Sementara itu, pengembangan terhadap XC menghasilkan temuan barang bukti dalam jumlah jauh lebih besar. Pria berkewarganegaraan China tersebut diamankan di sebuah hotel di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Dari lokasi penangkapan, polisi menemukan 71 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. XC kemudian ditetapkan sebagai salah satu tersangka bersama RR dan RN. Polisi menduga XC memiliki peran sebagai pemasok atau bandar dalam jaringan tersebut, sedangkan RR dan RN diduga menjalankan peran dalam distribusi. Penyidik terus menelusuri jalur masuk barang sekaligus kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Secara keseluruhan, polisi mengamankan 99 cartridge vape dalam rangkaian pengungkapan kasus tersebut. Selain cartridge, sejumlah telepon genggam dan satu paspor turut diamankan untuk kepentingan penyidikan. Barang bukti juga diperiksa melalui laboratorium forensik untuk memastikan kandungan di dalam masing-masing cartridge. Pemeriksaan diperlukan karena etomidate merupakan obat anestesi yang penggunaannya secara medis membutuhkan dosis terukur dan pengawasan tenaga kesehatan. Penyalahgunaan melalui vape dapat menimbulkan efek serius karena pengguna tidak mengetahui konsentrasi maupun dosis zat yang masuk ke tubuh. Polisi karena itu tidak hanya mendalami para pengguna, tetapi juga jaringan yang memproduksi dan mengedarkan produk tersebut.
Etomidate pada dasarnya digunakan dalam bidang medis sebagai obat anestesi intravena dengan kerja cepat. Penggunaan tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan berbagai risiko, termasuk gangguan kesadaran, gerakan tubuh tidak terkendali, gangguan pernapasan, hingga komplikasi serius lainnya. Risiko semakin sulit diperkirakan apabila zat tersebut dicampurkan ke dalam cairan vape dengan konsentrasi yang tidak diketahui. Peredaran cartridge semacam itu juga menjadi perhatian karena bentuknya dapat menyerupai produk vape pada umumnya. Pengguna berpotensi tidak memahami sepenuhnya kandungan dan kekuatan zat yang dihirup. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan aparat meningkatkan penelusuran terhadap jaringan distribusinya.
Kasus yang menyeret Jule kini berlanjut pada dua jalur penanganan berbeda. Polisi meneruskan proses hukum terhadap RR, RN, dan XC sebagai tiga tersangka sekaligus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas. Sementara Jule menjalani penanganan sebagai pengguna dengan mekanisme asesmen dan rehabilitasi. Foto dirinya ketika menjalani pemeriksaan polisi menjadi perhatian publik setelah kasus tersebut terungkap. Namun, status hukum Jule berbeda dengan tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka sehingga posisi masing-masing pihak perlu dibedakan. Penyelidikan terhadap asal, distribusi, dan pihak lain yang kemungkinan terlibat dalam peredaran vape etomidate masih terus dikembangkan.