Jakarta, 20 September 2026 – Pemadaman lampu selama satu jam dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia tidak mengurangi antusiasme masyarakat mengunjungi kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026) malam. Kawasan tersebut tetap dipadati warga meski sejumlah lampu penerangan dimatikan mulai pukul 20.30 WIB. Suasana yang lebih gelap dari biasanya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian pengunjung. Banyak warga memanfaatkan kondisi tersebut untuk berfoto maupun berswafoto menggunakan kamera ponsel. Aktivitas masyarakat di sekitar salah satu ikon Jakarta itu tetap berlangsung selama pemadaman.
Pemadaman lampu dilakukan selama 60 menit mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Sejumlah bagian Bundaran HI yang biasanya terang oleh pencahayaan dekoratif terlihat lebih redup selama kegiatan berlangsung. Patung Selamat Datang dan air mancur di kawasan tersebut termasuk objek yang pencahayaannya dikurangi dalam aksi serentak tersebut. Warga yang berada di lokasi tampak mengabadikan suasana berbeda dengan latar belakang kawasan Bundaran HI. Sebagian lainnya memilih duduk, berbincang, atau berjalan-jalan di sekitar area.
Meski pencahayaan berkurang, arus lalu lintas di sekitar Bundaran HI tetap berjalan normal. Kendaraan masih melintas di Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman selama kegiatan berlangsung. Petugas juga berada di sejumlah titik untuk memantau situasi sekaligus membantu menjaga kelancaran lalu lintas. Pemadaman dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat. Aktivitas di kawasan pusat Jakarta tersebut pun tidak mengalami gangguan berarti hingga lampu kembali dinyalakan.
Program pemadaman tidak hanya dilakukan di Bundaran HI, tetapi juga mencakup sejumlah ikon dan fasilitas milik pemerintah di Jakarta. Monumen Nasional, Patung Arjuna Wiwaha, Patung Pahlawan, Patung Jenderal Sudirman, serta kawasan Balai Kota DKI Jakarta termasuk dalam lokasi yang mengikuti kegiatan. Sejumlah jalan protokol dan kantor pemerintahan di lima wilayah kota administrasi juga menjadi bagian dari aksi penghematan energi. Gedung swasta, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, dan apartemen turut didorong berpartisipasi. Sementara fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik dikecualikan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari kampanye kepedulian lingkungan dalam momentum Hari Ozon Sedunia. Pemerintah daerah mengajak masyarakat menjadikan penggunaan energi secara bijak sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Pemadaman selama satu jam menjadi simbol bahwa langkah sederhana dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi konsumsi energi. Warga juga didorong menerapkan kebiasaan serupa di rumah maupun tempat kerja tanpa harus menunggu kegiatan serentak. Efisiensi penggunaan listrik dinilai dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan lebih banyak pihak.
Hasil kegiatan menunjukkan pemadaman selama satu jam memberikan penghematan listrik sekitar 92,79 megawatt-jam di wilayah DKI Jakarta. Pengurangan konsumsi tersebut diperkirakan menekan emisi karbon sekitar 74,23 ton CO2e. Capaian penghematan listrik kali ini juga lebih tinggi dibandingkan aksi serupa yang digelar dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup pada Juni 2026. Pemerintah berharap hasil tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara konsumsi energi dan upaya menjaga lingkungan. Partisipasi gedung pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencapai penghematan tersebut.
Di Bundaran HI, aksi pemadaman akhirnya menghadirkan pemandangan yang tidak biasa di tengah gemerlap kawasan pusat Jakarta. Warga tetap menikmati ruang publik meski sebagian pencahayaan dimatikan selama satu jam. Kamera ponsel terus digunakan untuk mengabadikan Patung Selamat Datang dan kawasan sekitarnya dalam kondisi yang lebih gelap dibandingkan malam biasa. Setelah pukul 21.30 WIB, pencahayaan secara bertahap kembali beroperasi setelah rangkaian kegiatan selesai. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya penggunaan energi secara lebih efisien tanpa menghentikan aktivitas masyarakat.