Jakarta, 17 September 2026 – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengizinkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 di New York. Namun, Washington memberlakukan sejumlah pembatasan terhadap Pezeshkian dan anggota delegasi Iran selama berada di Amerika Serikat. Delegasi tersebut akan menghadapi pembatasan perjalanan serta larangan membeli barang mewah dan sejumlah jenis barang lainnya. Kebijakan itu berlaku terhadap delegasi inti Iran yang mendapatkan visa untuk mengikuti agenda tingkat tinggi PBB. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi termasuk pejabat yang diperkirakan mendapatkan izin masuk bersama Pezeshkian. Jumlah delegasi Iran tahun ini juga dibuat lebih kecil dibandingkan rombongan yang menghadiri Sidang Majelis Umum PBB sebelumnya.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan pemberian akses kepada delegasi inti Iran dilakukan sesuai kewajiban Amerika Serikat sebagai negara tuan rumah markas besar PBB. Perjanjian mengenai markas besar PBB pada dasarnya mewajibkan Washington memberikan akses kepada perwakilan negara yang datang untuk menjalankan tugas diplomatik di organisasi tersebut. Namun, pemerintah AS tetap memiliki kebijakan pembatasan tertentu terhadap diplomat maupun pejabat dari negara yang hubungannya dengan Washington sedang mengalami ketegangan. Dalam kasus Iran, pembatasan tersebut mencakup ruang gerak selama berada di New York. Delegasi juga tidak diberikan kebebasan untuk melakukan berbagai aktivitas di luar agenda yang telah ditentukan. Washington menegaskan izin menghadiri pertemuan PBB tidak berarti seluruh pembatasan terhadap pejabat Iran dicabut.
Salah satu pembatasan yang paling menarik perhatian adalah larangan terhadap pembelian barang mewah. Pemerintah AS sebelumnya juga telah memberlakukan kebijakan serupa terhadap diplomat Iran yang bertugas maupun berkunjung ke New York. Pejabat Iran pernah diwajibkan mendapatkan izin khusus apabila ingin membeli barang mewah tertentu selama berada di Amerika Serikat. Pembatasan juga mencakup aktivitas belanja di jaringan toko grosir seperti Costco, Sam’s Club dan BJ’s Wholesale Club. Kebijakan tersebut kembali dipertahankan untuk delegasi Iran yang menghadiri agenda PBB tahun ini. Dengan aturan tersebut, perjalanan Pezeshkian dan rombongan diarahkan terutama untuk kepentingan diplomatik selama mengikuti pertemuan internasional.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan Washington tidak ingin elite Iran memanfaatkan kunjungan ke Sidang Majelis Umum PBB untuk melakukan aktivitas belanja barang mewah. Pernyataan itu disampaikan sebagai alasan politik pemerintah AS dalam mempertahankan pembatasan tersebut. Pemerintah Trump mengaitkan kebijakan itu dengan kondisi ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat Iran. Teheran sendiri belum memberikan tanggapan terperinci mengenai pembatasan terbaru terhadap delegasinya. Kebijakan tersebut bukan berarti Pezeshkian sama sekali dilarang melakukan seluruh transaksi selama berada di New York. Larangan terutama diarahkan terhadap barang mewah dan kategori barang lain yang masuk dalam kebijakan pembatasan Amerika Serikat.
Ruang gerak delegasi Iran selama berada di New York juga akan dibatasi. Dalam kebijakan sebelumnya, pejabat Iran hanya diperbolehkan bergerak di antara sejumlah lokasi yang berkaitan langsung dengan kegiatan diplomatik. Lokasi tersebut antara lain markas besar PBB, kantor misi Iran untuk PBB, kediaman Duta Besar Iran dan Bandara Internasional John F. Kennedy. Perjalanan di luar kawasan yang diperbolehkan dapat membutuhkan persetujuan khusus dari pemerintah Amerika Serikat. Pembatasan seperti ini telah digunakan Washington terhadap pejabat Iran selama bertahun-tahun dan bukan kebijakan yang sepenuhnya baru. Pemerintahan Trump kini mempertahankan pendekatan tersebut di tengah hubungan kedua negara yang semakin tegang.
Keputusan tetap memberikan visa kepada Pezeshkian muncul ketika hubungan Amerika Serikat dan Iran berada dalam kondisi konflik terbuka. Perang yang melibatkan kedua negara bermula pada 28 Februari 2026 setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Di tengah konflik tersebut, Washington dan Teheran masih beberapa kali melakukan komunikasi untuk mencari kemungkinan penghentian perang. Namun, belum terdapat kesepakatan menyeluruh yang dapat mengakhiri konflik. Kehadiran delegasi Iran di New York karena itu berlangsung dalam situasi diplomatik yang jauh lebih sensitif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sidang Majelis Umum PBB menjadi salah satu kesempatan bagi Pezeshkian untuk menyampaikan posisi Iran secara langsung di hadapan para pemimpin dunia. Presiden Iran dijadwalkan menyampaikan pidato dalam rangkaian Debat Umum yang dimulai pada 22 September 2026. Berbagai persoalan diperkirakan menjadi perhatian selama pertemuan, mulai dari konflik Iran-Amerika Serikat hingga keamanan kawasan Timur Tengah. Persoalan Selat Hormuz, perdagangan energi dan upaya diplomatik menghentikan konflik juga menjadi bagian penting dalam agenda internasional saat ini. Kehadiran Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi membuka kemungkinan berlangsungnya sejumlah pertemuan diplomatik di sela agenda PBB. Namun, belum ada kepastian mengenai pertemuan langsung antara pejabat tinggi Iran dan pemerintahan Trump.
Dengan demikian, Washington memilih tetap memenuhi kewajibannya sebagai negara tuan rumah PBB sambil mempertahankan tekanan terhadap Teheran. Pezeshkian dan delegasi inti Iran dapat memasuki Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan PBB, tetapi aktivitas mereka akan berada dalam batas yang ditentukan pemerintah AS. Pembatasan perjalanan dan pembelian barang menjadi bagian dari kebijakan yang sudah diterapkan terhadap pejabat Iran sebelumnya. Situasi tersebut memperlihatkan rumitnya hubungan kedua negara ketika jalur diplomasi tetap terbuka di tengah konflik yang belum berakhir. Sidang Majelis Umum PBB pekan depan akan menjadi salah satu forum internasional penting untuk melihat arah komunikasi Washington dan Teheran. Perhatian juga akan tertuju pada pidato Pezeshkian serta kemungkinan munculnya perkembangan diplomatik baru selama pertemuan di New York.