Jakarta, 13 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Pandeglang memberikan penjelasan terkait viralnya seorang ibu yang harus ditandu usai melahirkan akibat kondisi jalan rusak di wilayah pedesaan. Peristiwa tersebut memicu perhatian luas masyarakat setelah video evakuasi warga beredar di media sosial dan memperlihatkan sulitnya akses transportasi menuju fasilitas kesehatan.
Pihak pemerintah daerah menyebut kondisi infrastruktur di beberapa wilayah memang masih menjadi tantangan, terutama di daerah yang memiliki akses jalan terbatas dan kontur geografis sulit. Pemkab Pandeglang mengaku telah melakukan pendataan terhadap sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perbaikan dan berjanji akan mempercepat penanganan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Dalam video yang viral, warga terlihat bergotong royong membawa ibu yang baru melahirkan menggunakan tandu melewati jalan berlumpur dan rusak agar dapat mencapai kendaraan atau fasilitas kesehatan terdekat. Kondisi tersebut menuai simpati publik sekaligus kritik terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.
Pemerintah daerah menyatakan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dan memperbaiki konektivitas jalan di daerah terpencil. Selain pembangunan fisik, evaluasi terhadap kesiapan layanan darurat di wilayah dengan akses sulit juga disebut menjadi perhatian agar penanganan warga sakit dapat dilakukan lebih cepat.
Pengamat kebijakan publik menilai kejadian ini menunjukkan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok daerah. Jalan yang layak dinilai tidak hanya berkaitan dengan mobilitas ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Banyak pihak berharap peristiwa tersebut menjadi momentum percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah yang masih tertinggal.